Semuanya datang dan pergi tanpa permisi, aku bahkan belum
terbang terlalu tinggi. Merasa menjadi burung yang tidak bisa terbang, padahal
punya sayap yang lebar. Kenapa orang lain bisa menjadi luar biasa. Memang
terlihat indah jika terlihat dari luar saja. Namun aku disini bukan apa – apa.
Mengesalkan, saat tahu orang – orang tidak perduli padamu, angsa buruk rupa
yang tersesat di jalan sendiri. Orang – orang memuja burung merak dengan
keindahannya. Aku hanya terpaku disudut bisu tanpa bisa melakukan apa – apa.
Sepertinya berjuang saja masih belum bisa, semampuku, sekuat
dayaku, bahkan sebelum melakukan apa – apa aku sudah pusing duluan. Terlalu
banyak orang – orang yang kukagumi, dan juga orang yang bisa membuatku nyaman.
Bahkan aku tidak bisa memilih pada siapa aku harus berteman. Apa aku orang yang
aneh.
Sifatku ini, apakah sifat yang buruk. Aku selalu
mengungkapkan dengan tindakan apa yang aku pikirkan. Bahkan orang yang pemarah
saja marah padaku dengan cara yang lain. Selama ini kalau dipikir tidak ada
yang melabrakku dengan frontal. Entah kenapa aku merasa kacau saat ini.
Aku merasa ada dalam kesendirian diantara keramaian yang
ada. Aku menilai dengan sudut pandang yang salah. Setiap orang yang aku puji sebagai
orang yang sangat baik menghilang begitu saja. Setiap orang punya sisi yang
tidak diketahui.
Hari ini aku kehilangan seorang harapan. Terima kasih, walau
dalam waktu yang singkat telah membuatku bertahan menghadapi cobaan. Aku hanya
diam dimatamu. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya tentangku. Aku bersyukur
hari ini aku mengerti dan harus berhenti untuk mengharapkan sesuatu yang tidak
akan aku dapatkan.
Aku tahu kenapa aku suka film sekarang. Di dalam film hal
yang tidak terjadi didunia nyata akan terjadi. Sesuatu yang hanya sebuah
harapan tidak mustahil ada jika di dalam film. Aku percaya keajaiban itu ada,
tapi aku tidak percaya keajaiban ada untukku.
Aku memikirkan dari semua logika yang bisa kumengerti. Bulan
hanya bersanding dengan matahari. Langit langit dan bumi. Dan aku tidak tahu,
rasa yang ku punya mustahil untuk mengetahui ada sesuatu di bumi ini yang
merupakan separuh aku.
Rasanya hari ini sakit. Aku mulai berpikir, apakah orang
lain juga pernah merasakan apa yang aku rasakan? Sangat menginginkan sesuatu
tapi tak pernah bisa memilikinya. Hanya satu keinginan sederhana.
Rasanya semua yang aku mau sudah dimiliki orang lain.
Berkali – kali gagal sepanjang hidup ini. Aku mulai takut untuk jatuh lagi.
Pada siapa pun itu. Aku benar – benar takut kalau terjatuh lagi. Aku bahkan
tidak bisa membayangkan kalau aku terjatuh lagi, nanti siapa yang akan
menarikku untuk berdiri menghadapi semua ini.
Memangnya aku bisa memilih dengan mudah? Okeeee. Ini jalanku,
harus kulalui sampai akhir, walau tidak mudah, walau berliku – liku. Walau
sakit. Impian sederhana yang hanya akan di capai saat akhir saja.
Ikhlaskan semua, jalani rasa ini walau patah. Aku tidak tahu
jalan seperti apa yang akan ada dihadapanku. Tapi bila jalan itu berliku
bukankah lebih menarik dan mendebarkan. Aku akan terus berjuang. Tidak ada yang
salah. Hanya harus memperbaiki diri saja. Walau susah. Jika aku tidak bisa
menjadi bintang dilangit, biarkan aku menjadi bintang dibumi,atau biarkan aku
merasa menjadi bintang untuk diriku sendiri. Dalam kelam malam aku hanya
berdoa, bukankah tuhan yang lebih tahu semua yang terbaik untukku.
Biarlah aku berusaha dan tetap melangkah. Biarkan tuhan yang
menuntun langkahku menuju yang lebih baik lagi.
Indah pasti akan datang pada waktunya.
Aku penasaran, adakah hari dimana aku merasa rodaku berada
paling atas, dimana aku bahagia tak terkira dan merasa aku paling beruntung
sedunia.
Adakah hari dimana aku benar – benar menangis karena
kebahagiaanku, bukan karena kesedihan lagi. Kesedihan yang kata orang tak
berarti.
Kekecewaan yang kualami berulang – ulang
Seriiiiiiiiiiiiiiiiiing sekali.
Aku hanya titik air hujan, sebutir air yang jatuh mengenai
wajahmu. Bahkan kau tak akan sadar, aku ada untukmu.
Hanya bisa melihat dari jauh.
Semua ini...
Biarlah jadi kenangan untuk tumbuh lebih dewasa lagi.